Pernahkah anda mengalami suatu kejadian seperti;
Ada sepasang teman yang berlawanan jenis. Si A sudah merasa sangat dekat dengan si B sehingga si A tidak sungkan lagi menceritakan semua hal yang baik maupun buruk tentang dirinya kepada si B, dan si B pun melakukan keterbukaan yang sama terhadap si A. Intinya, si A dan si B sudah saling mengetahui segala baik dan buruk diri masing2.
Suatu hari si B putus cinta dengan pacarnya, dan memberitahukan hal tersebut kepada si A. Sebagai seorang teman, si A pun menenangkan si B agar si B kembali bersemangat dalam menghadapi tantangan hidup, dsb.
Dan lebih dari itu, si A, walaupun hanya baru berpikiran dalam hati, berniat untuk menjadikan si B sebagai seorang pacar.
Apakah sepotong kisah di atas pernah terjadi pada diri anda? Sebagian besar dari anda pasti pernah mengalami hal tersebut, dan hal itu adalah wajar. Namun yang anda perlu ketahui bahwa ketika anda menembak teman anda, anda telah menentukan suatu jalur tertentu kepada teman anda.
Suatu kisah di atas adalah suatu kisah sederhana yang mungkin dapat terjadi dalam hidup setiap orang. Namun sebernarnya kisah itu sangat rumit, karena bila anda telah menembak teman anda, anda telah mengambil suatu resiko yang besar terhadap hubungan anda dengan teman anda.
Teman yang mengerti anda dan bisa memahami anda bisa anda jadikan sebagai seorang sahabat ataupun sebagai seorang pacar. Beruntunglah bagi anda yang ternyata teman anda berpikiran yang sama. Namun tidak demikian bagi mereka yang mempunyai teman dan berharap untuk menjadi sahabat anda.
Ketika menembak, ada yang mendapatkan jawaban “SETUJU” dan ada pula yang mendapatkan jawaban “LEBIH BAIK KITA BERTEMAN SAJA”. Untuk jawaban yang kedua, memang tampaknya bisa diterima, walaupun berat bagi sebagian orang.
Namun pada kenyataannya ada suatu hal yang berubah. Teman kita yang tadinya sangat dekat dengan kita, biasa berbagi rasa dengan kita, mulai membuat jarak dalam hubungan pertemanannya dengan kita. Ada suatu batas yang tak terlihat namun sangat terasa dalam kelanjutan hubungan anda dengan teman anda tersebut.
Dalam cerita ini, hal tersebut adalah wajar. Karena teman anda sudah merasa sangat percaya kepada anda, bahwa anda adalah tempatnya untuk membagi cerita dan beberapa rahasia yang mungkin tidak dapat ia ceritakan pada mantan pacarnya ataupun keluarganya. Namun karena anda ternyata mempunyai maksud yang berbeda dengan teman anda, maka teman anda akan mulai menjauh dengan maksud tidak ingin memberikan harapan pada anda.
Dan mungkin baru beberapa bulan atau tahun, batas dan jarak itu menghilang seiring dengan berjalannya sang waktu, itupun bila anda masih tetap berhubungan dan berteman dengan teman anda tersebut.
“Things Would Never be the Same Again” adalah judul salah satu lagu yang dilantunkan oleh Melanie.C merupakan suatu cerminan yang tepat untuk menggambarkan kejadian di atas (bagi yang tembakannya ditolak
).
Dan kisah di atas dapat berlanjut berkepanjangan bila anda tidak dapat menyadari bahwa hal tersebut terjadi pada hubungan anda dengan teman anda. Sebagai permisalan, dengan berpikiran “PANTANG MENYERAH” anda tetap berusaha mengejar, menghilangkan jarak, dan kembali menembak teman anda tersebut.
Berpikir Pantang menyerah adalah suatu hal yang sangat baik dalam kasus yang berbeda, namun bila sikap tersebut tidak disertai dengan suatu pemikiran yang matang dan tindakan yang tepat, maka anda sedang melakukan perjuangan meminta dan memohon belas kasih dari teman anda yang anda tembak. Dan mungkin teman anda itu akan merasa kasihan dan iba dengan perjuangan anda mengejar cinta sehingga pada akhirnya mengabulkan tembakan anda menjadi pacarnya, namun hal itu didasari oleh rasa iba.
Jadi, alangkah baiknya bila kita melihat dengan cermat dan berpikir dengan matang apakah kita akan menjadikan teman kita seorang pacar, ataupun menjadi seorang sahabat.
(Zulfakar, 17 Februari 2006)
Suatu hari si B putus cinta dengan pacarnya, dan memberitahukan hal tersebut kepada si A. Sebagai seorang teman, si A pun menenangkan si B agar si B kembali bersemangat dalam menghadapi tantangan hidup, dsb.
Dan lebih dari itu, si A, walaupun hanya baru berpikiran dalam hati, berniat untuk menjadikan si B sebagai seorang pacar.
Apakah sepotong kisah di atas pernah terjadi pada diri anda? Sebagian besar dari anda pasti pernah mengalami hal tersebut, dan hal itu adalah wajar. Namun yang anda perlu ketahui bahwa ketika anda menembak teman anda, anda telah menentukan suatu jalur tertentu kepada teman anda.
Suatu kisah di atas adalah suatu kisah sederhana yang mungkin dapat terjadi dalam hidup setiap orang. Namun sebernarnya kisah itu sangat rumit, karena bila anda telah menembak teman anda, anda telah mengambil suatu resiko yang besar terhadap hubungan anda dengan teman anda.
Teman yang mengerti anda dan bisa memahami anda bisa anda jadikan sebagai seorang sahabat ataupun sebagai seorang pacar. Beruntunglah bagi anda yang ternyata teman anda berpikiran yang sama. Namun tidak demikian bagi mereka yang mempunyai teman dan berharap untuk menjadi sahabat anda.
Ketika menembak, ada yang mendapatkan jawaban “SETUJU” dan ada pula yang mendapatkan jawaban “LEBIH BAIK KITA BERTEMAN SAJA”. Untuk jawaban yang kedua, memang tampaknya bisa diterima, walaupun berat bagi sebagian orang.
Namun pada kenyataannya ada suatu hal yang berubah. Teman kita yang tadinya sangat dekat dengan kita, biasa berbagi rasa dengan kita, mulai membuat jarak dalam hubungan pertemanannya dengan kita. Ada suatu batas yang tak terlihat namun sangat terasa dalam kelanjutan hubungan anda dengan teman anda tersebut.
Dalam cerita ini, hal tersebut adalah wajar. Karena teman anda sudah merasa sangat percaya kepada anda, bahwa anda adalah tempatnya untuk membagi cerita dan beberapa rahasia yang mungkin tidak dapat ia ceritakan pada mantan pacarnya ataupun keluarganya. Namun karena anda ternyata mempunyai maksud yang berbeda dengan teman anda, maka teman anda akan mulai menjauh dengan maksud tidak ingin memberikan harapan pada anda.
Dan mungkin baru beberapa bulan atau tahun, batas dan jarak itu menghilang seiring dengan berjalannya sang waktu, itupun bila anda masih tetap berhubungan dan berteman dengan teman anda tersebut.
“Things Would Never be the Same Again” adalah judul salah satu lagu yang dilantunkan oleh Melanie.C merupakan suatu cerminan yang tepat untuk menggambarkan kejadian di atas (bagi yang tembakannya ditolak
Dan kisah di atas dapat berlanjut berkepanjangan bila anda tidak dapat menyadari bahwa hal tersebut terjadi pada hubungan anda dengan teman anda. Sebagai permisalan, dengan berpikiran “PANTANG MENYERAH” anda tetap berusaha mengejar, menghilangkan jarak, dan kembali menembak teman anda tersebut.
Berpikir Pantang menyerah adalah suatu hal yang sangat baik dalam kasus yang berbeda, namun bila sikap tersebut tidak disertai dengan suatu pemikiran yang matang dan tindakan yang tepat, maka anda sedang melakukan perjuangan meminta dan memohon belas kasih dari teman anda yang anda tembak. Dan mungkin teman anda itu akan merasa kasihan dan iba dengan perjuangan anda mengejar cinta sehingga pada akhirnya mengabulkan tembakan anda menjadi pacarnya, namun hal itu didasari oleh rasa iba.
Jadi, alangkah baiknya bila kita melihat dengan cermat dan berpikir dengan matang apakah kita akan menjadikan teman kita seorang pacar, ataupun menjadi seorang sahabat.
(Zulfakar, 17 Februari 2006)

3 komentar:
Menurut kuch2 hota hai Cinta adalah Persahabat dan aq pun setuju dgn kata2 ini namun jgn salah arti dl.
Menurut kabhi alvida na kehna kl km menaro cinta di atas persahabatan lalu kpn waktu u/ cintanya itu sendiri dan aq pun jg setuju dgn kata2 ini.
Bila kita mencari sahabat pasti mencari yg cocok dgn kita.Apakah akan jd baik jika kita menaro cinta di atas persahabat?Jwbannya blom tentu krn jika nanti ada perbedaan akan meruncing dan bisa berujung pd perpisahan.
Di saat mencari pacar/pasangan kita harus mencari org yg bisa jd sahabat kita namun blom tentu org yg akan kita jdkan pacar itu cocok bgt dgn kita, bisa jd malah bertolak belakang dgn sifat kita,dan bukan orang yg slama ini kita idam2kan.Namun krn perbedaan inilah yg akan melengkapi kita.MenurutQ sih.Hehe
india nih ya ya ya ya
Yoyoy..Ya gitu deh..Xixixi
Posting Komentar